PERJALANAN CINTA ZAHRA Malam itu sangat sepi dan sunyi, langit dan angin seakan bersekongkol untuk meniupkan hawa dingin pada tubuh seorang gadis ayu yang sedang menuruni anak tangga. Gadis itu bernama Zahra , anak periang bersorot mata tajam yang disegani teman-teman sebayanya di Pesantren Al-Hidayah . Jam di dinding sebenarnya masih menunjukan pukul 02.30, sebagian besar teman-temannya di asrama tempat ia mencari ilmu itu masih tertidur lelap. Agar tidak mengganggu, Zahra melangkah perlahan ketika berjalan menyusuri terowongan menuju kamar mandi. Disana dia merasakan air yang seperti lelehan es batu. Maka setelah mengambil air wudlu, kaki-kaki segera berlari kecil menuju masjid yang terlihat masih gelap. Entah mengapa, sebelum shalat tahajud, kejadian beberapa tahun silam tiba-tiba melesat didalam benaknya. Memori yang dulu dikubur dalam-dalam seketika terbuka kembali. Sebuah memori dimana dia merasakan hatinya begitu sakit, laksana tertusuk ribuan jarum dan pisau belati....
Komentar
Posting Komentar
Silahkan comment ya!!!