Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

CINTA SEJATI

Gambar
Bila dua diri mencintai illahi Bergabunglah jiwa.... Bersatulah hati.... Dua jasad satu matlamath Bila cinta karena Allah Berpisahnya tidak gelisah Bila rindunya karena Allah Bertemunya pasti tidak akan jemu ukhuwah itu indah.... Bila bertemu dan berpisah karena Allah

Bagai Mana????? Dan Tuhan Tau!!!! (karya anggita...)

Gambar
Bagaimana harus kutanam rembulan pada siang? Dan bintang mana yang harus aku sulam dalam gelapnya malam? Saat hanya remang dalam mata Bagaimana mesti ku bisikkan pada sang angin? Dan telaga mana yang akan ku aum? Aroma gemuruh kelam? Saat hanya kenangan yang jadi tiang TUHAN TAU... Sejak kapan kau pada hatiku Sedekat apa harimu pada hariku TUHAN TAU...!!!!! Alasan ombakmu tak bergeming hanya karena pasir tak berarti bagiku Namun, matamu berbicara Dalam sepi, kau tersedu YANG HARUS KAU SADARI 'Bahwa didunia ini ada seseorang ada yang bahagia karena kau bahagia'

PERPISAHAN

Gambar
Musik rebana telah dimainkan Mengiringi dendang syair merdu Mengantar, melepas Putra harapan Betapa, sang waktu Tak dapat diajak kompromi Untuk lebih menyisakan masa Agar pengasahannurani lebih bermakna Satu kata pamungkas hadir Berpisah Satu rangkaian penajaman jiwa Telah terlampaui Asa membumbung, menembus angkasa Merindu kedamaian buana Dengan secercah ilmu dalam genggaman Siap menaklukan sang angkasa Bismillah, Ayunkan langkah, meyongsong masa depan Teriring untaian do’a dari peyemai ilmu guru tercinta Tak usah hiraukan Derai air mata atau Kata-kata duka perpisahan Tepis segala keraguan Karena tawakal bagi kita kunci keberhasilan Selamat jalan, Yakinkan hati, bahwa Hidup akan bermakna, pabila Kita isi dengan karya-karya nyata Saudaraku, Mari kita jadi generasi Penerus cita-cita Sang Pemimpin Agung Baginda Rasulullah tercinta Kegentaran tak’an bersemayam Pabila kita isi dengan iman dan taqwa Selamat jalan saudaraku, Do’aku mengalir mengiri...

Album Kenangan

Di sini aku menatap lembaran kisah masa lalu di sini aku melihat wajah-wajah diri dari masa ke masa Disini aku bercermin mengusap debu-debu yang melekat kuat pada wajah ku pada hatiku yang terpancar lewat sorot mataku yang kadang tidak kumengerti Di sini aku menafakuri karunia Illahi Robbi pada kesempurnaan jasmaniku yang setiap helaan nafas, detak jantungku akan kubaktikan pada Dia Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih

Tabir Hidup

Duhai kelana, Hidup laksana permainan ombak Yang sua sesaat dengan tasiknya Atau.... Aliran sungai menuju muara sang habitatnya Duhai kelana, Tak ada pohon yang kekal hidupnya Tak ada masa yang tak bergeser Tak ada bunga yang tak pernah layu Betapa elok permainan masa Indah bila direnungi Ni'mat bila diresapi Akankah kita setegar bongkahan karang? Atau menjaga kesetiaan seperti mentari pada bumi? Seperti kumbang pada sang bunga? Seperti pelangi pada rinai senja? Seperti laut pada nelayan? Seperti cinta ibu pada sang putra? Duhai kelana, Hidup adalah garis sang khalik hidup adalah rangkaian perjalanan menuju keabadiaan Mengapa mesti terabaikan Amalan sesaat dari Sang Maha Pencinta? Mengapa kita lalaikan akhir perjalanan hidup ini? Duhai kelana, Kemana kan kubawa pengelanaan mu? Lewat padang hijau sepi? Lewat gurun luas membentang? Lewat perjalanan malammu nan menakjubkan? Ketika cintamu tertasdih tak terperikan pada sang penguasa diri Duhai kelana...

SELAMAT DATANG ANANDA

Selamat Datang Ananda Selamat mengarungi hidup baru Selamat berjuang melawan jaman Selamat memimpin diri Ananda, Kau lahir dari sebongkah Cinta Ayah Bundamu Yang senantiasa dulu itu Dibaluti lagu merdu Ananda, Ada sebait syair sendu Yang ingin Bunda ubah Menjadi Syair Riang Yang ingin Bunda persembahkan padamu Ananda, Kaulahir ditengah kesedihan Ada tangis tertahan dari Bunda Sa’at menyambutkedatanganmu Jadikansederhana mottohidupmu Jadikansederhana pemicu hidupmu Ananda, Bundamu adalah sebutir kerikil Yang tiada arti tanpa gapaian Tangan Ayahmu Bundamu segelintir insan Dari Kaum Papa Yang terangkat derajatnya Oleh ilmu Ayahmu Namun Ananda Walau Bunda dari kaum Papa Walau Bunda penuh hina dina Tapi Bunda bahagia dalam belaian Kakek Nenekmu Ananda, Sejak kau dalam kandungan Bunda Dan ketika kau lahir Hati Bunda seterang dan sesejuk rembulan Ananda, Setiap helaian nafas Bunda selalu berdo’a untukmu agar kau memiliki derajat yangluhur dihadapan Allah da...