Tabir Hidup

Duhai kelana,
Hidup laksana permainan ombak
Yang sua sesaat dengan tasiknya
Atau....
Aliran sungai menuju muara sang habitatnya

Duhai kelana,
Tak ada pohon yang kekal hidupnya
Tak ada masa yang tak bergeser
Tak ada bunga yang tak pernah layu

Betapa elok permainan masa
Indah bila direnungi
Ni'mat bila diresapi

Akankah kita setegar bongkahan karang?
Atau menjaga kesetiaan seperti mentari pada bumi?
Seperti kumbang pada sang bunga?
Seperti pelangi pada rinai senja?
Seperti laut pada nelayan?
Seperti cinta ibu pada sang putra?

Duhai kelana,
Hidup adalah garis sang khalik
hidup adalah rangkaian perjalanan menuju keabadiaan
Mengapa mesti terabaikan
Amalan sesaat dari Sang Maha Pencinta?
Mengapa kita lalaikan akhir perjalanan hidup ini?

Duhai kelana,
Kemana kan kubawa pengelanaan mu?
Lewat padang hijau sepi?
Lewat gurun luas membentang?
Lewat perjalanan malammu nan menakjubkan?
Ketika cintamu tertasdih tak terperikan pada sang penguasa diri

Duhai kelana..
Akankah kau raih janji ajali?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Bismillah

Perjalanan CInta Zahra

untukmu Ummu Kelana